DAY 6: Single And Happy
Wow! Topiknya bikin ngakak!
Lajang dan Bahagia AHAHHA!
Oke, cukup guyonannya. Sebelum mulai bahas topik ini, mau cerita dikit. Aku nulis ini tuh bener-bener disempetin banget hehe. Lagi nugas barusan, dan perasaan makin nggak enak soalnya belum update blog buat hari ini. Jadi, tugasnya aku tinggal bentar dan fokus nge-blog sekarang ini.
Yosh, topik hari ini. Lajang itu apa sih definisi aslinya (jangan pake istilah jomblo karena itu akan terdengar menyedihkan, jangan pernah menyakiti dirimu sendiri :< )? Menurut aku, definisi lajang tuh sendirian tanpa pasangan. Kok ngeri? Padahal setiap makhluk di dunia diciptain berpasang-pasangan. Yaa, mungkin mereka yang single belum nemu yang cocok aja dan fokus sama hidup mereka, ambisi mereka.
Lalu, kaitannya dengan bahagia? Ini menurut aku pribadi loh ya, karena setiap pendapat orang tentang "single and happy" ini bener-bener berbeda dan kompleks. Menurut aku, setidaknya untuk sekarang ini karena aku masih 18 tahun, menjadi single itu sungguh bahagia! Aku lebih fokus sama diri sendiri dan mimpi aku, merasa bebas, dan nggak membuang-buang waktu ngeladenin orang yang jadi pasanganku. Aku lebih leluasa buat ngobrol sama cowok lain dan nggak harus jaga hati demi "seseorang" yang jadi pasanganku.
Jadi single juga lebih bisa mengeksplor diri, loh. Aku jadi menggali lebih dalam apa potensi kita, dan menghabiskan waktu buat hal-hal yang bermanfaat. Coba kalau punya pasangan, waktu aku habis buat chatting sama pasangan, sedangkan aku itu sering pelupa kalau punya kewajiban. Wah, bisa-bisa nggak selesai semua nih tugasnya.
Satu-satunya kekurangan jadi single menurutku itu, aku sering sedih ngelihat ke-uwu-an orang atau teman yang punya pasangan. Terkadang pernah berpikiran: aku kapan ya ngerasain ke-uwu-an kayak gitu? Tapi langsung aku alihin mikir tugas, lebih serem deadline ternyata :v
Sekali lagi, ini semua cuma PENDAPATKU PRIBADI. Mungkin terkesan idealis sekali, tapi memang itulah yang kurasakan saat menjadi single kembali. Bentar, kenapa kembali? Well, beberapa bulan lalu, aku sempat menjalin hubungan dengan seorang teman yang baik banget. Nggak pacaran loh, cuma kita ini kayak "teman tapi mesra" gitu ehe. Dia nggak mau pacaran, tapi buat persiapan "teman masa depan". Wah, aku nggak sama sekali kepikiran soal itu, kecuali kalau udah ngerencanain nama-nama bayi masuk hitungan HAHAH. Aku keberatan, dan aku bilang buat kita ke tahap temenan aja. Syukurlah dia mengerti dan kita sampai sekarang masih berteman baik, nggak tahu kalo ke depannya, karena kita nggak pernah tau apa yang terjadi di masa depan, bukan begitu?
Well, mungkin cuma segini aja yang bisa aku ceritain soal "single and happy". Kamu nggak setuju sama pendapatku? Komen aja heheh, kita bertukar pikiran bareng soal ini.
De wa, mata ne! Sampai jumpa di challenge berikutnya!


Komentar
Posting Komentar