Day 10: Your Best Friend

Duh, makin hari topiknya makin krusial aja yah XD

Aku punya beberapa teman dekat, hehe, kita bahas itu aja ya.

 Menurutku, definisi sahabat itu adalah orang yang bisa cocok bergaul denganku, banyak kesamaan, saling nyaman mengobrol satu sama lain, dan bersama-sama untuk waktu yang sekian lama. Ada memang, orang-orang yang pernah masuk ke dalam kategori ini, tapi sayangnya mereka nggak bertahan cukup lama.

Dari dulu, aku tergolong orang yang suka berteman. Dengan siapa saja. Dan dengan mudahnya menganggap orang yang sedikit dekat dengan aku saja langsung aku anggap sahabat. Setidaknya saat SD dulu, benar-benar polos dan nggak tau cara kerja dunia, hehe. Aku punya dua teman baik, dan sayangnya kita nggak pernah bertemu lagi sejak wisuda SD, sampai sekarang. Tapi, beberapa waktu lalu, aku berhasil menemukan kontak telepon mereka, dan kami sempat berpanggilan video lumayan lama, sambil mengobrol apa saja yang kami lakukan 6 tahun terakhir. Syukurlah, kami tidak saling melupakan.

Waktu kelas 7 SMP, aku cukup dekat dengan beberapa orang di kelas (tentu saja!). Ada dua orang, orang pertama duduk sebangku denganku, dan yang lainnya duduk di bangku tepat di belakangku. Waktu aku terpaksa pindah ke luar kota saat kenaikan kelas 8 SMP, mereka (dan teman-teman satu kelas) sempat memberikan beberapa hadiah perpisahan, dan sekarang mereka sudah hilang, ups.

Sisa tahun SMP berikutnya menjadi tidak spesial lagi, untuk kehidupan sosial. Kehidupan akademikku cukup bagus, syukurlah. Aku nggak berusaha dekat dengan siapapun di kelas, mungkin aku cukup dekat dengan teman sebangku dan beberapa teman lainnya. Aku hanya sebatas menjaga hubungan baik dengan mereka, itu saja.

Menginjak SMA, sikapku tidak terlalu berubah, masih sama kayak waktu SMP. Sampai aku menemukan satu orang yang sempat aku anggap sahabat. Itu terjadi waktu aku kelas 10. Kami sama-sama suka hollywood (aku belum kenal jpop haha) di antara teman-teman yang suka dangdut. Langsung saja kami bersahabat, tak lupa dengan dua orang lainnya.

Naik ke kelas 11, keaadan masih sama. Bisa dibilang, kami berempat mempunyai geng sendiri. Kami bersenang-senang bersama-sama, ikut lomba bareng, dan semacamnya. Rasanya nggak ada yang salah hari-hari itu. Aku benar-benar berada di fase bahagia waktu. Sungguh, aku tak mengira kalau semuanya akan berubah 360 derajat.

Kami duduk di kelas 12, di kelas yang berbeda. Sebenarnya, waktu kelas 11 juga kami duduk di kelas yang berbeda, sih. Tapi, kelas 12 ini sungguh berbeda. Kami mulai memiliki banyak tugas yang dibebankan oleh guru-guru mata pelajaran. Aku tak sempat lagi nongkrong-nongkrong saat istirahat, dan memilih membenamkan diri dalam gunungan tugas bersama temanku yang langganan juara kelas yang kebetulan duduk di bangku di depanku. Teman sebangkuku di kelas 12, tak juga ketinggalan. Bisa dibilang, kelas 12 MIPA 3 (kelasku), sangat rajin teman-teman ceweknya. Aku jadi merasa ikut bersemangat ambis tugas dan mulai memikirkan tentang kuliah.

Kenalin, teman-teman ambisku XD

Geng aku mulai heran, mereka nanyain kenapa aku nggak ikut nongkrong sama mereka lagi, cuma ikutan pas istirahat kedua sama pulang sekolah. Aku bilang aja kalau sibuk nugas. Memang sih, waktu aku nongkrong sama mereka, temen-temen kelas 12 agak gimana gitu, seakan-akan mereka heran aku punya waktu buat nongkrong sedangkan tugas-tugas masih belum kelar. Yah, namanya juga meluangkan waktu demi "sahabat" :'>

Di akhir bulan November 2019, aku mulai ada crash sama mereka, orang-orang yang pernah aku anggap sahabat. Aku mulai perang dingin dengan salah satu sahabatku, yang menjalar ke sahabat yang lain. Apa kesalahanku? Aku tak tahu persis. Bahkan sampai sekarang.

Aku sedih, dan memutuskan untuk bersikap seolah-olah aku tidak membutuhkan mereka, padahal sebaliknya. Aku mulai belajar mempersiapkan ujian akhir semester, dan berhasil menduduki peringkat 2, peringkat terbaikku di SMA.

Teman-teman kelas 12 mipa 3 yang paling aku sayangi ><

Yah begitulah, aku menghabiskan sisa kelas 12-ku dengan belajar mempersiapkan tes ujian masuk universitas. Ceritaku tentang aku yang ambis tes masuk universitas sudah kutuliskan di sini. Orang-orang yang aku anggap sahabat waktu SMA dulu sudah berbaikan (?) dengan aku, untuk sekarang ini. Yah, setidaknya kita saling save nomor telepon, tetapi nggak pernah chatting sama sekali.

Selesai ya, menceritakan teman-temanku. Sekarang saatnya cerita tentang teman yang lainnya, yang kutemui di dunia maya.

Sejujurnya nih, setelah aku perang dingin dengan orang-orang itu, aku kesepian. Aku melewatkan waktu luangku dengan bergaul dengan beberapa teman online yang kutemui di Facebook. Beberapa dari mereka baik banget dan sampai sekarang kami masih save nomor telepon.

Tapi, ada satu orang yang kehadirannya sangat bermakna untukku, selama dua tahun terakhir ini. Orang yang mana aku berani menyebutnya sahabat, walau sejauh ini kami belum pernah bertemu langsung.

Aku bertemu dengannya di sebuah grup Facebook komunitas introver yang bernama Kami Introvert Indonesia di suatu hari di bulan Agustus 2018. Dia yang pertama kali mengirimkan chat perkenalan, yang sampai sekarang kami masih berhubungan lewat WhatsApp. Sekarang ini, kami sama-sama vakum Facebook, heheh.

Kami benar-benar punya begitu banyak persamaan, bahkan kepribadian MBTI kami sama-sama ISTJ. Kami sama-sama saling menguatkan satu sama lain, dan dia adalah termometer semangatku waktu aku sering down dulu karena belajar ujian masuk atau karena nilai-nilai tryout yang nggak mau meningkat. Dia juga tempat menampung segala unek-unekku dulu, dan juga bener-bener bisa memberi saran dan masukan yang mengena sekali >< .

The only one who I want to talk to <3

Untuk Widi Andini, kalau kamu baca ini, aku bener-bener sayang sama kamu hehe. Empat hari lagi adalah friendsversary kita yang kedua tahun. Rasanya udah lama banget yah, padahal baru dua tahun lho. Begitu banyak hal yang udah kita ceritakan satu sama lain, begitu banyak hal yang terjadi sama kita. Di akhir tahun yang bener-bener fantastis ini, aku cuma berharap agar kita bisa gini terus, minimal jangan lost contact lah, hehe :') . Semoga ke sananya bener-bener tahun penuh berkat buat kita, mudah-mudahan juga kita bisa meet up suatu saat nanti >< 

Postingan ini, #yourbestfriend, aku sematkan untukmu <3 . Makasih udah mau bersahabat sama aku sejauh ini, aku benaer-bener senang kita bisa ketemu.


Sampai jumpa di challenge berikutnya!

Komentar

Postingan Populer